A. PENGERTIAN POLIMER

       Polimer merupakan molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk dari susunan ulang ratusan bahkan ribuan molekul sederhana yang disebut monomer. Oleh karena itu polimer mempunyai massa molekul relatif yang sangat basar.

Istilah polimer berasal dari bahasa Yunani polys = banyak dan meros = bagian, yang berarti banyak bagian atau banyak monomer. Monomer merupakan unit terkecil dari suatu polimer yang dapat berupa senyawa berikatan rangkap, misalnya etena (CH2 ═ CH2) dan propena (CH2 ═ CH2 ─ CH3), dan juga dapat berupa senyawa yang mempunyai gugus fungsional seperti etanadiol (HOCH2 ─ CH2OH) dan metanal

(H ─ C ─ H)

        O

 

 

B. PEMBENTUKAN POLIMER

Reaksi Polimerisasi Adisi

       Reaksi polimerisasi adisi adalah penggabungan monomer-monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Ikatan rangkap pecah menjadi ikatan tunggal ketika monomer-monomer saling berikatan membentuk rantai molekul yang sangat panjang. Polimer yang dihasilkan disebut polimer adisi. Pada reaksi ini rumus empiris monomer tidak mengalami perubahan. Contohnya :

1. Pembentukan Polietilena (Polietena)

Monomer polietilena adalah etilena (etena), CH2 ═ CH2.

H     H    H    H     H     H                  H   H   H    H    H    H

│    │     │    │     │     │                  │    │   │    │     │    │

C ═ C  +  C ═ C  +  C ═ C  +  ….→   ─ C ─ C ─ C ─         C ─ C ─ C ─

│    │     │    │     │     │                  │    │    │    │    │    │

H    H    H    H     H     H                  H    H   H    H    H    H

Reaksi dapat disederhanakan menjadi :

n CH2 ═ CH2   →  (─ CH2 ─ CH2 ─ )n

 

2. Pembentukan Polivinilklorida (PVC)

Monomer polivinilklorida adalah vinilklorida (kloro etena),   CH2 ═ CHCl

H    H    H    H      H   H                  H    H    H    H    H    H

│    │     │    │      │   │                   │    │    │    │    │    │

C ═ C  +  C ═ C  +  C ═ C  +  ….→   ─ C ─ C ─ C ─ C ─ C ─ C ─

│    │     │    │      │   │                   │    │    │    │    │    │

H    Cl    H    Cl     H    Cl                  H    Cl   H    Cl   H    Cl

Reaksi dapat disederhanakan menjadi :

n CH2 ═ CHCl   →  (─ CH2 ─ CH ─ )n

Cl

  1. 1.     Pembentukan Poliisoprena (karet alam)                         

                                                                                               CH3

Monomer poliisoprena adalah 2- metil-1,3-butadiena, CH2 ═ C ─ CH ═ CH2 yang dalam perdagangan dikenal sebagai isoprena. Mula-mula ikatan rangkapnya terbuka sehingga terbentuk 4 elektron tunggal. Kemudian elektron tunggal dari atom C2 dan C3 membentuk ikatan rangkap. Sedangkan elektron tunggal pada atom C1 dan C4 digunakan untuk bersambungan dengan monomer yang lain.

n CH2 ═ C ─ CH ═ CH2       →   ( ─ CH2 ─ C ═ CH ─ CH2 ─ )n

│                                               │

CH3                                                                    CH3

(isoprena)                                   (poliisoprena)

Reaksi Polimerisasi Kondensasi

Reaksi polimerisasi kondensasi adalah penggabungan monomer-monomer yang mempunyai gugus fungsional. Ketika monomer-monomer berikatan terjadi reduksi pada gugus fungsionalnya disertai pelepasan molekul-molekul kecil seperti H2O atau CH3OH (metanol). Polimer yang terbentuk disebut polimer kondensasi. Contohnya :

1.  Pembentukan Nilon 66

Monomer nilon 66 adalah asam adipat (asam 1,6-heksanadioat) dan heksametilendiamin (1,6-diaminoheksana)

O                  O                       H                   H

║                  ║                        ║                   ║

nHO ─ C ─ (CH2)4 ─ C ─ OH  +  nH ─ N ─ (CH2)6 ─ N ─ H        →

asam adipat                               heksametilendiamin

O                O     H                   H

║                 ║     │                   │

(─ C ─ (CH2)4 ─ C ─ N ─ (CH2)6 ─ N ─ )n  +  nH2O

Nilon 66

2.  Pembentukan Dakron

     Monomer dakron terdiri dari metiltereftalat dan etilenaglikol (1,2- etanadiol)

O                  O

║                  ║

nH3CO ─ C ─            ─ C ─ OCH +    nHOCH2 ─ CH2OH     →

metiltereftalat                              etilenaglikol

O                   O

║                   ║

(C─            ─ C ─ OCH2 ─ CH2O)n   +   nCH3OH

Dakron                                 metanol

C. PENGGOLONGAN POLIMER

Polimer Berdasarkan Asalnya 

1. Polimer Alam (berasal dari makhluk hidup)

Polimer Monomer Polimerisasi Sumber/terdapatnya
 Protein Asam amino    Kondensasi Wol, sutera
 Amilum Glukosa    Kondensasi Beras, gandum
 Selulosa Glukosa    Kondensasi Kayu(tumbuhan)
 Asam nukleat Nukleotida    Kondensasi DNA, RNA
 Karet alam Isoprena    Adisi Getah pohon karet

2. Polimer Sintetis (berasal dari  zat   kimia  sintetis  yang dibuat di    laboratorium     atau pabrik.

Polimer Monomer Polimerisasi Sumber/terdapatnya
Polietilena Etena    Adisi Plastik
PVC Vinilklorida    Adisi Pelapis lantai, pipa
Polipropilena Propena    Adisi (Tali,karung ,botol )plastik
Teflon Tetraflouroetilena    Adisi Gasket,panci anti lengket

 

Polimer Berdasarkan Jenis Monomer Pembentuknya

1.  Homopolimer (polimer yang terbentuk dari monomer sejenis)

Misalnya : polietilen, polipropilen, teflon, PVC, poliisoprena (karet alam),  amilum dan selulosa.

(─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─)n

2.   Kopolimer (polimer yang terbentuk dari monomer tak sejenis)

Misalnya : nilon 66, dakron dan bakelit.

(─ A ─ B ─ B ─ A ─ B ─ A ─ B ─ A ─ B ─ B ─ A ─ A ─)

 

Polimer Berdasarkan Sifat terhadap Pemanasan

1.  Polimer Termoplastik (polimer yang tidak tahan terhadap pemanasan, meleleh jika dipanaskan, dan dapat didaur ulang). Polimer ini terdiri dari molekul rantai lurus dengan gaya tarik yang lemah antarsesamanya. Contohnya : polietilen, PVC, polipropilen, dan polistirena.

2. Polimer Termosetting  (polimer yang tahan terhadap pemanasan, tidak melunak jika dipanaskan, dan tidak dapat didaur ulang). Polimer ini terdiri dari molekul rantai lurus dengan ikatan yang kuat antarsesamanya. Contohnya : bakelit/fenol-formaldehida (plastik yang digunakan untuk peralatan listrik), urea-formaldehida dan melamin-formaldehida.

 

Polimer Berdasarkan Kegunaannya

1. Plastik (bersifat plastis), misalnya polietilen, PVC, teflon, dan polipropilen.

2. Serat (mempunyai gaya renggang tinggi di sepanjang sumbunya, berbentuk benang dan dapat ditenun menjadi kain), misalnya selulosa, nilon, dakron, dan orlon.

3.   Elastomer (bersifat elastis), misalnya karet alam dan karet sintetis.

 

 

D. KEGUNAAN POLIMER

Polimer Monomer Sifat Kegunaan
Polietilena CH2 ═ CH2  agak lunak,tidak tahan api,fleksibel Pembungkus,kantong plastik,ember,botol,jas hujan
Polipropilena(polipropena) CH2═CH─CH3 Keras,kerapatan tinggi, tahan benturan Tali plastik, bahan perahu, fiber, karung
Politetraflouroetilena (teflon) CF2 ═ CF2 Stabil,tahan panas,

anti lengket,

gesekan kecil

Pelapis alat masak, dasar setrika, isolator, gasket
Polivinilklorida(PVC) CH2═ CHCl  Keras,tahan panas,

kaku

Pipa paralon, selang, piringan hitam, pelapis lantai, dashboard mobil
Polimetilmetakrilat (akrilat) CH2═C─COOCH3              

CH3

            

 transparankeras

kaku

Pengganti kaca untuk kaca mata, gelas, kaca jendela pesawat terbang, lampu belakang mobil
Polipropenonitril (akrilan/orlon) CH2═CHCN – kuat- fleksibel Bahan tekstil (wol tiruan), karpet
Bakelit Metanal dan fenol – tahan panas Untuk alat-alat listrik
Poliester ester – tipis- kuat Serat tekstil,pita perekam magnetik, bahan balon cuaca

 

 

E. DAMPAK BAHAN POLIMER TERHADAP LINGKUNGAN

       Dengan ditemukannya berbagai bahan polimer seperti plastik, serat dan karet sangat membantu kehidupan manusia. Akan tetapi meluasnya penggunaan bahan ini terutama dari golongan plastik dan karet dapat menimbulkan masalah lingkungan yaitu pencemaran tanah. Bahan polimer sintetis ini sukar diuraikan oleh mikroorganisme.

Timbunan sampah plastik dan karet dapat mengurangi kesuburan tanah dan jika dibakar dapat menghasilkan gas-gas yang bersifat racun. Usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan bahan plastik dan karet adalah dengan mengumpulkan sampah-sampah tersebut dan mengolahnya kembali menjadi bahan-bahan yang berguna.

Sumber:artikel-hadiyantokimia.guru-indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s